Laman

Tampilkan postingan dengan label Lepaskankami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lepaskankami. Tampilkan semua postingan

23 Juli 2025

DOA BAPA KAMI: Lepaskanlah Kami dari yang Jahat (VII)

 Doa Bapa Kami mengajarkan kita tentang tiga aspek kehidupan sebagai bagian dari keluarga Allah: pengabdian, ketergantungan, dan bahaya. Permohonan "Lepaskan kami dari yang jahat" adalah seruan untuk dilindungi dari ancaman yang selalu mengintai orang percaya.

Bahaya di Sekitar Kita

Meski hidup terasa nyaman, kita sebenarnya selalu berada dalam bahaya. Buku Doa Anglikan menjelaskan permohonan ini melalui Litani, yang menyebutkan berbagai kejahatan, seperti dosa, tipu daya iblis, kesombongan, kemunafikan, iri hati, kebencian, percabulan, dan penghinaan terhadap firman Tuhan. Bahaya terbesar bukan hanya dari masalah luar, tetapi dari dosa dalam hati kita yang mendorong kita untuk mengutamakan kehendak sendiri di atas kehendak Tuhan.

Seperti yang dikatakan oleh Augustinus dari Hippo, "Hati manusia adalah medan pertempuran antara cinta kepada Tuhan dan cinta kepada diri sendiri." Dosa dalam hati kita menjadi sumber bahaya yang terus menggoda kita untuk menyimpang dari jalan Tuhan.

Tipu Daya Dosa

Dosa bekerja melalui penipuan, membuat kita buta terhadap kebenaran. Kesombongan bisa menyamar sebagai semangat untuk Tuhan, dan sifat tidak peduli bisa masuk tanpa kita sadari. Seperti yang diungkapkan dalam Ibrani 3:13, dosa memiliki "tipu daya" yang menyesatkan. John Calvin pernah berkata, "Manusia begitu mudah ditipu oleh dosa sehingga mereka sering tidak menyadari kejatuhan mereka sendiri." Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan berdoa, seperti yang diajarkan Yesus: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan" (Matius 26:41).

Penyelamatan oleh Tuhan

Kata “lepaskanlah” dalam kamus AMG berasal dari kata Yunani rhĂșomai, yang berarti menarik atau menyeret seseorang mendekat kepada diri sendiri, bukan hanya membebaskan dari bahaya atau kejahatan. Dengan demikian, ungkapan “lepaskanlah kami dari yang jahat” dapat dimaknai sebagai permohonan agar Tuhan menarik kita mendekat kepada-Nya, sehingga kita semakin jauh dari pengaruh kejahatan dan si Jahat.

Berbeda dengan pandangan dunia yang fokus pada pencapaian atau kegagalan, orang Kristen melihat hidup mereka dari sudut pandang Tuhan. Kita mengakui bahwa Tuhan adalah penentu arah hidup kita, dan hidup kita dipenuhi dengan kasih karunia serta penyelamatan-Nya. Paulus menegaskan, "Ia telah melepaskan kami dari bahaya yang begitu mematikan... kepada-Nya kami telah menaruh pengharapan bahwa Ia akan melepaskan kami lagi" (2 Korintus 1:10).

Tertullianus, seorang Bapa Gereja, mengatakan, "Penyelamatan Tuhan adalah perisai bagi mereka yang berlindung pada-Nya." Dengan berdoa memohon perlindungan, kita mengandalkan Tuhan sebagai Penyelamat Agung yang menjanjikan, "Karena ia melekat kepada-Ku dengan kasih, Aku akan melepaskannya" (Mazmur 91:14).

Memahami Kejahatan

  1. Kejahatan itu nyata. Alkitab menegaskan bahwa kejahatan bukan ilusi, melainkan lawan dari kebaikan.

  2. Kejahatan tidak masuk akal. Kejahatan adalah kebaikan yang diputarbalikkan, sulit dipahami, namun nyata.

  3. Tuhan mengendalikan kejahatan. Melalui kemenangan Kristus di kayu salib (Kolose 2:15), Tuhan telah mengalahkan kejahatan dan akan menghapuskannya sepenuhnya di masa depan.

Dua Bentuk Kejahatan

  • Kejahatan luar: Masalah seperti penderitaan, penyakit, atau kesulitan hidup. Kadang, kita bisa mengubahnya menjadi kebaikan, seperti yang dikatakan pemazmur, "Adalah baik bagiku bahwa aku menderita, agar aku dapat mempelajari ketetapan-Mu" (Mazmur 119:71). Namun, ada saatnya penderitaan begitu berat hingga terasa seperti kejahatan murni.

  • Kejahatan dalam: Dosa di dalam hati kita, seperti kesombongan atau keinginan yang salah. Paulus mengakui, "Kejahatan yang tidak kuinginkan, itulah yang kulakukan" (Roma 7:19). C.S. Lewis menulis, "Kejahatan terbesar adalah dosa yang kita lakukan dengan sengaja, karena itu berasal dari hati yang memberontak terhadap Tuhan."

Tuhan Selalu Menyelamatkan

Orang Kristen dipanggil untuk melawan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:21). Doa "Lepaskan kami dari yang jahat" adalah janji Yesus bahwa Tuhan akan menolong kita saat kita meminta. Baik kejahatan itu berasal dari dunia, diri kita sendiri, atau iblis, Tuhan siap menyelamatkan. Seperti yang dikatakan Athanasius dari Alexandria, "Kristus telah mengalahkan kuasa kejahatan di kayu salib, dan dalam doa kita, kita mengklaim kemenangan-Nya."

Hidup kita dikelilingi bahaya, baik dari dosa dalam hati maupun tantangan dari luar. Namun, dengan berdoa dan bersandar pada Tuhan, kita dijaga oleh Penyelamat yang setia. Teruslah memohon perlindungan-Nya, karena Dia berjanji untuk menyelamatkan kita dari segala kejahatan.