Apa Arti Dari Memikul Salib?
"Setiap orang yang mau mengikut
Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."
— Matius 16:24
Kata-kata Yesus ini terdengar keras, bahkan ekstrem. Di dunia yang mengajarkan kita untuk “ikuti kata hati”, Yesus malah berkata: “Tinggalkan dirimu sendiri, pikul salibmu, dan ikut Aku.” Apa sebenarnya arti dari pernyataan radikal ini? Apakah memikul salib hanya berarti menjalani hidup yang sulit? Ataukah maknanya lebih dalam dari itu?
1. Bukan Sekadar Menerima Penderitaan
- Sering disalahpahami
- Makna Historis Salib
Memikul salib berarti bersedia membayar harga demi ketaatan pada Kristus. Ini
bisa berarti kehilangan peluang karier karena kejujuran, kehilangan popularitas
karena hidup benar, atau bahkan relasi yang renggang karena tidak mau kompromi
dengan dosa. Ini adalah panggilan untuk hidup tidak bagi diri sendiri,
tetapi bagi kehendak Allah, apa pun dan berapapun harganya.
2. Menyangkal Diri = Membunuh Ego
- Lebih dari sekadar menolak keinginan
- Apa itu ego rohani?
Contoh keseharian
- Ketika kita ingin membalas orang yang menyakiti kita,
tetapi memilih mengampuni karena taat kepada Kristus.
- Ketika kita lebih suka menonjolkan diri, tapi memilih
merendah agar Kristus yang ditinggikan.
- Ketika kita menyerahkan keputusan besar bukan kepada
insting semata, tapi lewat doa dan penundukan hati.
Menyangkal diri itu menyakitkan—seperti mematikan daging dan keinginan sendiri. Tapi dari kematian itulah tumbuh kehidupan yang sejati; kehidupan rohani dan keimanan yang matang/dewasa.
3. Salib: Jalan Kehidupan, Bukan Simbol Kematian
- Lebih dari sekadar simbol
- Mengikuti Yesus bukan tentang kenyamanan
Mengikut Yesus berarti meniru gaya hidup-Nya
- Hidup penuh kasih kepada musuh.
- Taat kepada Bapa, bahkan saat tidak masuk akal.
- Setia dalam penderitaan.
- Tidak menghindari pengorbanan demi kebaikan orang lain.
Salib bukan hanya titik akhir hidup Kristus di dunia. Salib adalah awal peta perjalanan setiap murid-Nya mewartakan kabar sukacita ke seluruh dunia.
4. Sebuah Panggilan Setiap Hari
- Bukan keputusan sekali jadi
- Panggilan untuk selalu taat kepada Tuhan
Dalam momen-momen itulah salib
dipanggul—bukan secara simbolik, tapi nyata: dalam keputusan yang kita buat,
dalam reaksi yang kita kendalikan, dalam kasih yang kita pilih untuk tetap
berikan.
- Dan di situlah hidup sejati ditemukan.
- Mengapa Salib Itu Layak
Mengapa kita harus memikul salib?
Karena kita tahu siapa yang pertama kali memikulnya—Yesus sendiri. Ia
tidak hanya memanggil kita untuk mengikuti jalan salib, tapi telah lebih
dulu menapakinya demi kita.
Memikul salib adalah bentuk cinta kita kepada Dia yang lebih dulu mengasihi kita tanpa syarat. Dan saat
kita taat, kita tidak berjalan sendiri. Roh Kudus pasti menyertai, memberi kekuatan,
dan mengubah kita hari demi hari menjadi serupa dengan Kristus.
Tuhan memberkati kita senantiasa.